Mengatasi Pencobaan


Ilustrasi: redwiretimes.com


KONON disebelah timur ada sebuah kerajaan. Rajanya terkenal dengan kebijaksanaannya. Pada suatu hari, seseorang datang untuk memohon nasehat, bagaimana caranya mengatasi pencobaan.


Raja secara tidak langsung memberi jawaban. Ia hanya memerintahkan bawahannya untuk membawa sebuah cawan yang penuh berisi minyak dan berkata kepada orang itu, “kamu harus membawa cawan berisi minyak ini dari sebelah timur sampai ke barat kota. Tetapi ingat tidak boleh ada setetes minyak yang tumpah. Kalau sampai ada yang tumpah, kepalamu sebagai gantinya. Raja meminta dua prajurit untuk mengawasi.

Setelah mendengar perintah raja, orang itu sangat ketakutan dan menyesali diri sendiri, mengapa mau datang untuk meminta nasihat raja. Apa boleh buat nasi telah menjadi bubur. Jalan satu-satunya untuk menyelamatkan nyawanya adalah melaksanakan perintah raja.

Dengan hati-hati sekali, ia membawa cawan yang penuh minyak. Dan melakukan perjalanan dari kota sebelah timur sampai ke kota sebelah barat. Wah! Sungguh calaka, kebetulan hari itu adalah hari besar. Banyak orang berlalu-lalang, sehingga mempersulit tugasnya. Tetapi syukurlah, pada akhirnya ia dapat melaksanakan tugas dengan baik. Setetes minyak pun tidak tertumpah.


Dengan perasaan lega ia menghampiri raja dengan mengatakan, “paduka raja, hamba telah melaksanakan perintahmu. Tidak setetes pun minyak yang tertumpah”. Dengan tertawa lebar raja berkata, “bagus sekali, Cuma satu hal yang perlu kutanyakan; sewaktu kamu berjalan dari timur ke barat kota, apakah kamu bertemu dengan salah satu kenalanmu?”. “tidak, paduka raja”. Jawabnya. Lebih lanjut raja berkata, “ sungguh heran begitu banyaknya orang yang berlalu-lalang, masakan kamu tidak bertemu dengan seorang kenalanmu?”. 



Dengan terburu-buru orang itu menjawab, Paduka Raja, kemungkinan ada orang yang hamba kenal, tetapi berhubung perhatian hamba terpusat pada cawan yang penuh berisi minyak agar tidak tertumpah, maka hamba tidak memperhatikan orang-orang yang berada disekitarnya.

Raja yang bijaksana itu tersenyum dan berkata, “apakah kamu sekarang mengetahui bagaimana cara mengatasi pencobaan? Asal kamu memusatkan perhatianmu kepada jalan yang di tunjukkan Tuhan dan melaksanakan petunjuknya itu, maka kamu akan menang terhadap segala pencobaan. 



Army Charmichel  (1867 – 1951) menyebutnya disiplin batiniah. Misionari yang kaya dengan pergumulan rohani dalam melayani di India selama 55 tahun mengatakan bahwa “semua pencobaan besar muncul pertama di wilayah pikiran dan dapat diperangi dan ditaklukan disana. Kita telah diberi kuasa untuk menutup pintu pikiran. Kita bisa kehilangan kekuatan ini karena tidak digunakan, atau meningkatkannya dengan menggunakannya, dengan disiplin manusia batiniah kita setiap hari dalam hal-hal yang tampaknya kecil dan dengan ketergantungan pada firman Roh Kebenaran. Allahlah yang mengerjakan di dalam diri Anda “baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya”.



Orang-orang fasik telah memasang jerat terhadap aku, tetapi aku tidak sesat dari titah-titahMu. (Mazmur 119:110).


Sumber/Bahan:  ilustrasi kebenaran Alkitab 1 (pdt.Dr. Paulus Daun, (D.Th.), seperti dikutip oleh http://haleluyagroup1.blogspot.co.id

Comments

Popular Posts