HAMPIR hidupnya Alan Barnes (67) menderita. Terlahir cacat, Alan menderita kelainan penglihatan dan pertumbuhan badan. Akibatnya dia tak bisa mendapatkan pekerjaan dan wajahnya yang “tak lazim” kerap menjadi bahan ejekan atau setidaknya pandangan penuh keanehan.

Tak jarang Alan menjadi korban kekerasan, yang terakhir dia didorong seseorang di depan kediamannya sehingga tulang selangkanya patah, dia berusaha mengatasi masalah itu sendiri seperti biasanya.

Namun, ternyata ada tetangga Alan yang mendengar peritiwa mengenaskan itu dan berniat membantu pria malang tersebut. Katie Cutler, yang berprofesi sebagai ahli kecantikan, memutuskan untuk mengumpulkan dana sebesar 500 poundsterling atau sekitar Rp 9,5 juta melalui internet.

Siapa sangka, niat Katie itu mendapat sambutan positif dan dia berhasil mengumpulkan uang sebesar 281.000 poundsterling atau lebih dari Rp 5 miliar dari 21.000 orang penyumbang dari berbagai belahan dunia, hanya dalam empat hari.

Dengan uang donasi itu berarti untuk pertama kalinya Alan bisa membeli rumahnya sendiri dan tak perlu mengumpulkan uang receh untuk kehidupannya sehari-hari.

Pada Minggu (1/2/2015), akhirnya Alan mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan perempuan berhati emas yang membantunya, saat Katie mengunjungi Alan di kediaman saudarinya di kota Newcastle-Upon-Tyne.

Dalam pertemuan penuh emosi itu, Katie memeluk erat Alan, menggenggam tangan pria itu sambil bercakap hangat di sofa.

“Saya sungguh berterima kasih kepada Katie atas apa yang dilakukannya untuk saya. Saya tak akan melupakan apa yang sudah Katie lakukan. Ini adalah hal terbaik yang pernah saya dapatkan sepanjang hidup saya,” ujar Alan.

“Saya selalu yakin masih ada orang baik hidup di dunia ini dan Katie telah membuktikan keyakinan saya itu,” tambah Alan.

Alan berjanji akan menggunakan semua uang yang disumbangkan kepadanya dengan sangat hati-hati dan bijakana.

“Saya bisa menjanjikan satu hal, uang itu tidak akan disia-siakan. Saya orang yang sangat hati-hati dengan uang dan saya tak akan menghabiskannya untuk liburan mewah. Saya hanya ingin merasa aman,” kata Alan.

Sementara itu, Katie mengaku tak percaya upaya penggalangan dananya itu sukses luar biasa. Katie menganggap kesuksesan ini adalah bukti masih banyak orang baik di dunia.

“Banyaknya sumbangan menunjukkan masih banyak orang baik di luar sana. Orang yang menyakiti Alan hanyalah minoritas,” ujar Katie.

Katie menambahkan, dia ingin dengan uang itu Alan bisa membeli rumahnya sendiri dan bisa merasakan keamanan serta kenyamanan dalam hidupnya.

“Saat saya tahu dia takut kembali ke kediamannya, saya tahu harus melakukan sesuatu untuk menolongnya. Saya tak menyangka semua ini akan berhasil. Saya sangat terkejut sekaligus bahagia,” ujar Katie.

Tak hanya sumbangan berupa uang, para tukang leding, tukang listrik, perancang kamar mandi dan dapur, toko karpet dan beberapa orang menyumbangkan perabotan rumah.

Katie menambahkan, dia ingin dengan uang itu Alan bisa membeli rumahnya sendiri dan bisa merasakan keamanan serta kenyamanan dalam hidupnya.

“Saat saya tahu dia takut kembali ke kediamannya, saya tahu harus melakukan sesuatu untuk menolongnya. Saya tak menyangka semua ini akan berhasil. Saya sangat terkejut sekaligus bahagia,” ujar Katie. ***

------------------

Sungguh mengharukan dan menginspirasi. Dan seperti dikatakan kata bijak,  

"One person caring about another represents life’s most significant value. - Keperdulian seseorang dengan orang lain mewakili nilai hidup yang paling signifikan". – Jim Rohn


Sumber: KOMPAS/Daily Mail


Comments

Popular Posts